Farman Purnama

Tahun 2009 Farman memutuskan untuk belajar seni pertunjukan vokal klasik di Utrecht Conservatory (Hogeschool voor de Kunsten Utrecht), Belanda. Sejak tingkat Bachelor hingga Master ia dibimbing oleh Henny Diemer. Sebelum ke Belanda, ia sempat dibina oleh N. Simanungkalit, Pranadjaja, Anette Frambach dan Avip Priatna.

Sarjana arsitektur Institut Teknologi Bandung ini sejak tahun 1999 bersama Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Concert Orchestra, pimpinan Avip Priatna, sering ditunjuk sebagai solis beragam repertoir. Diantaranya terdapat opera-opera; Cavalleria Rusticana (Pietro Mascagni) sebagai Turiddu (2005), Samson et Dalila (Camille Saint-Saëns) sebagai Samson (2006), Carmen (Georges Bizet) sebagai Don Jose (2016). Ada pula drama musikal Sang Kuriang (Dian Hadipranowo, libretto Utuy Tatang Sontani) berperan sebagai Sangkuriang (2013). Selain opera ada pula konser-konser yang mengetengahkan karya-karya vocal antara lain: solis tenor untuk Lobgesang Op. 52 karya Mendelssohn dalam konser bertajuk Hymn of Praise di tahun 2015. September 2018 Farman membawakan karya lagu berdurasi panjang berjudul Les Djinns karya Louis Vierne pada konser berkala Jakarta Concert Orchestra yang ia beri judul Sabda Semesta.

Selama di Belanda Farman ikut dalam beberapa produksi opera antara lain opera Il Ritorno d’Ulisse in Patria (Monteverdi) sebagai Iro dan Giove di Amsterdam (2012), opera Cosi fan Tutte (Mozart) sebagai Ferrando di Den Haag (2014), sebagai Admeto dalam opera Alceste (Christoph W. Gluck) di Utrecht (2015).

Tahun 2006 ia menjadi solois “Misa Coronation” (Mozart) di Singapura dan pada Macau International Music Festival di Macau, bersama Orchestra Ensemble Kanazawa dari Jepang. Tahun 2007 sebagai solo tenor dalam “Misa Carl Maria Von Weber” di Kanazawa Jepang, rekamannya diterbitkan oleh Warner Classic Japan.

Di ranah musik pop, ia berkolaborasi dengan nama-nama besar industri musik seperti Elfa Secioria, Andi Rianto dan banyak lagi. Ia adalah salah satu penyanyi dalam album Magenta Orchestra “Interlude dari Hati” dan penyanyi utama dalam album “Karena Cita Kita Ada: Tribute to Erros Djarot”. Ia juga berkolaborasi membawakan karya musik alternative Emerson Lake & Palmer di Komunitas Salihara (2016). Selain bernyanyi, Farman juga mengkomposisi musik. Ia telah menciptakan beberapa aransemen paduan suara  dan lagu-lagu. Juni 2017 ia meluncurkan album solo bertajuk FARMAN, di dalamnya ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya.

Berawal sebagai juara pertama seriosa remaja tingkat Nasional “Bintang Radio dan Televisi” tahun 1993, Farman menyelenggarakan konser solo 25 tahun bermusiknya, berjudul “Karena Kau Ada”, 7 April 2018 lalu.

Proyek drama musik terkini Farman adalah sebagai Habibie dalam Opera Ainun (Purwa Tjaraka, libretto: Titien Wattimena). Karya ini dipentaskan perdana pada September 2018.